Senin, 04 April 2016

ini soal rasa bukan logika

ini tentang rasa
bukan logika
rasa tak bisa diselesaikan dengan logika apalagi rumus mateamtika
ketika aku mengambilnya kembali
aku saat ini harus berjuang
melawan tudingan-dan cibiran miring
namun kalau sudah cinta dan sayang
aku tak perduli kata mereka
apakah mereka yang mencibirku mau memberikan ku smua yang ku perlukan
ketika aku membuat orang tua menangis
dan disitu kebahagianku ?
apakah aku berdosa ?
lebih berdosakah mana dengan aku membohongi sendiri pikiran dan hatiku
seandainya saja
hanya tinggal seandainya . . .
sudah lah , ,
sepertinya semakin lama hati ini semakin sakit ketika aku  melihatmu dengannya
sekarang aku tahu
cinta sejati .  .
apa itu cinta sampai mati
namun apakah cinta tak harus memiliki ???
ketika aku mencoba menghibur diriku sendiri
dengan mengatakan "aku tak cemburu"
dan aku mencoba mngalihkan perhatian
namun smua itu sia-sia
tetap saja
rasa sakit di hati semakin tumbuh bak rumput di musim hujan
aku saat ini merasakan ada orang yang memang sayang kepadaku
dan membuatku harus berjuang melawan peraturan yang kadang peraturan itu menjadi bomerang bagi pembuatnya sendiri . .
aku hanya bisa memohon pada Tuhan
jika tak kau ambil nyawaku ..saat ini
berikan lah aku dinding tebal di mukaku untuk melawan debu debu yang akan menginjak2 wajahku , ,
aku sayang kamu -  - - sampai kapan pun
apakah kamu juga sepertiku . .
hanya Tuhan yang tahu kejujuranmu dan kejujuranku

3.24./05.04.16