2.45
tanpa awan tanpa mendung petir menyambar
menggoreskan luka yang dalam
aku tak kuasa menerima semua ini
ingin rasanya berteriak . .
aku ingin berhenti bernafas Tuhan
aku mau mati
aku mau menghapus memori - memori
ku rasakan panas di tengah dingin malam
seolah salju tak akan bisa mendinginkan ini semua..
semua terjadi begitu cepat
hati ini sepertinya terlalu rapuh menerima kenyataan malam ini
ingin kuhancurkan jantung ini
kuhentikan nadi ini
biarkan aku melihatnya dari alam yang berbeda
daripada hanya siksa yang ada di dalam jiwa
sekarang jawab aku Tuhan . . .
Tuhan apakah aku masih boleh mencintainya menyanyanginya
apakah aku masih bisa memilikinya
berdosakah aku mencintainya
berdosakah aku menyayanginya
berdosakah aku membahagiakannya
mengapa ada aku dia dan diaa dan diaa
mengapa tak kau ciptakan aku dan dia yang kusayang saja tuhan ?
tuhan aku tak tahu Tuhan apakah dosa itu
yang pasti saat ini hanya ada sisa nafas tak berguna
bagai debu di tepi jalan yang terhempas angin mengotori sekeliling
ketika yang tertinggal hanyalh penyesalan
sepertinya aku tak bisa berbuat banyak ahal
atau aku harus berjuang menghancurkan bukit kapur dengan jarum jahit , ,
air mata menetes ketika
otak ini mendansakanku dengannya
yang tinggal hanya dalam illusi..
inikah jalanku
jalan penuh sesal dan sesak di dada. . .
terlebih saat ini
mata enggan terpejam
hati enggan bergeming
dan kenapa pula nafas dan nadi ini tak kunjung berhenti . . .
akankah Tuhan masih mengijinkan aku untuk memberikan arti utnuk orang yang kusayangi, ,,
- 3.11/0504.16